SELAMAT DATANG DI FLATBOARDS.BLOG

SEMUA HAL TENTANG DUNIA GAME ADA DISINI!!!

30 GAME PALING DINANTIKAN DI TAHUN 2014

Ini Gan 30 Game Paling Dinantikan Di Tahun 2014!!!

Suspendisse eget ante vitae ligula posuere

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Quisque malesuada libero sed odio

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Maecenas in enim vene- natis libero

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Phasellus feugiat conse- ctetur sapien

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

PES 2015 Akan Dirilis 11 November Tahun Ini!!!

Seri terbaru dari salah satu games sepakbola terpopuler di dunia saat ini , Pro Evolution Soccer 2015 ( PES 2015 ) dipastikan akan segera dirilis pada 11 November 2014 untuk wilayah Amerika Utara .

PES 2015 Akan Dirilis 11 November Tahun Ini
Konami di Gamescom 2014 mengumumkan bahwa PES 2015 dipastikan akan segera hadir di Amerika Utara 11 November , dan 13 November untuk wilayah Eropa . 

Setelah sebelumnya , Konami menunjuk bintang muda Jerman Mario Gotze untuk menghiasi cover PES 
2015

Tanggal rilis PES 2015 selisih sekitar 1 bulan dengan rivalnya yaitu FIFA 15 yang akan dirilis 23 September 2014 di Amerika Utara dan 26 September di Eropa .

Konami juga menambahkan bahwa demo akan dirilis pada tanggal 17 September 2014 , dan PES 2015 sementara akan hanya dirilis di Playstation 4 , Playstation 3 , Xbox One , serta Xbox 360 , Konami mengatakan bahwa PES 2015 versi PC sedang dalam pengembangan .

Source : Gamesiana.com

Take-Two: Pemilik GTA V Lawas Akan Beli GTA V Versi Baru

gta v pc5 

Proses rilis ulang dalam format Remaster memang menjadi salah satu strategi marketing paling menguntungkan bagi sebagian besar developer saat ini. Bagiamana tidak? Dengan basis yang sudah terbangun di rilis awal sebelumnya, developer “hanya”perlu untuk melakukan permak visual habis-habisan dan menambahkan ekstra fitur atau konten yang tidak terlalu signifikan di dalamnya. Menariknya lagi? Terlepas dari konten yang selalu sama, hampir sebagian besar game HD Remaster berhasil mencapai tingkat penjualan yang luar biasa. Gelombang optimisme sama yang didengungkan oleh Take-Two Interactive dan Rockstar.
GTA V memang menjadi judul yang fenomenal. Tidak hanya berhasil menjual lebih dari 34 juta kopi dengan hanya rilis di Playstation 3 dan Xbox 360, angka ini juga membuat Take-Two berhasil mendulang lebih dari USD 1 Milyar hanya dalam waktu super singkat. Dengan angka yang begitu masif ini, apakah GTA V akan punya kesempatan untuk memasarkan kembali versi Playstation 4, Xbox One, dan PC di saat rilis mendatang? Take Two tampaknya optimis GTA V versi generasi terbaru ini masih akan terjual manis. Seperti yang disampaikan oleh Karl Slatoff – President dari Take Two Interactive itu sendiri, dalam event MKM Partners Entertainment & Leisure Conference.
Take Two percaya bahwa gamer yang sudah memiliki GTA V versi lawas tidak akan segan membeli GTA V versi generasi terbaru. Alasannya? Nilai jual menggoda yang sulit ditolak.

Take Two percaya bahwa gamer yang sudah memiliki GTA V versi lawas tidak akan segan membeli GTA V versi generasi terbaru. Alasannya? Nilai jual menggoda yang sulit ditolak.

Slatoff optimis bahwa ada begitu banyak gamer di luar sana yang belum pernah mencicipi GTA V sebelumnya, sehingga versi generasi terbaru ini masih punya peluang pasar yang besar. Ia bahkan sesumbar bahwa GTA V juga akan menjadi salah satu roket pendorong efektif bagi para produsen konsol untuk menjual lebih banyak produk generasi terbaru mereka, dalam hal ini Playstation 4 dan Xbox One. Slatoff juga percaya bahwa dengan semua ekstra konten yang ditawarkan oleh Rockstar di GTA V, game ini akan mampu mendorong banyak gamer pemilik GTA V lawas untuk membeli lagi GTA V versi generasi terbaru ini. Ia menyebut nilai jualnya terlalu menggoda.
GTA V versi Playstation 4 dan Xbox One sendiri rencananya akan dirilis pada 18 November 2014 mendatang, sementara versi PC baru menyusul pada 27 Januari 2015 nanti.
Bagaimana dengan Anda sendiri yang sudah sempat membeli GTA V versi PS 3 atau Xbox 360 sebelumnya? Apakah Anda tertarik untuk membeli versi generasi terbaru ini lagi? Well, really compelling..

Star Wars: The Old Republic Siap Menuju Free to Play!

 

Berbagai prediksi analis yang menyatakan bahwa sebagian besar game akan dirilis dalam format free to play di masa depan tampaknya kian mendekati kenyataan. Format distribusi yang memungkinkan gamer untuk menikmati konten tanpa biaya sama sekali tentu saja akan menarik pangsa pasar yang jauh lebih besar. Lantas darimana publisher akan mendapatkan uang? Tentu dengan sistem freemium yang memberikan keistimewaan item, equipment, dan konten bagi mereka yang membayar. Sistem yang serupa jugalah yang tampaknya akan diterapkan oleh game MMORPG teranyar Bioware Star Wars: The Old Republic dalam beberapa bulan ke depan.
Setelah dinantikan cukup lama, Star Wars: The Old Republic memang sempat booming di awal perilisannya, bahkan sempat diyakini akan menjadi game MMORPG “pembunuh” World of Warcraft. Hanya dalam hitungan minggu, game ini berhasil menjaring lebih dari 1,7 juga gamer di seluruh dunia. Sayang seribu sayang, momentum ini tidak dapat dipertahankan oleh Bioware dan EA. Konten yang monoton, visualisasi yang tidak menarik, dan kehadiran game MMORPG membuat game ini mulai ditinggalkan. Dari 1,7 juta, Star Wars: The Old Republic kini hanya memiliki angka user langganan di angka 500.000-an. Untuk memastikan eksistensi MMO ini, EA akhirnya akan melepas Star Wars: The Old Republic sebagai game free to play.
Another decent free to play game?! Yohooo..!! can’t complain..
:D
Dengan sistem seperti ini, gamer akan berkesempatan untuk memainkan Star Wars: The Old Republic dengan 8 kelas karakter yang berbeda, masing-masing hingga level 50. Namun berbeda dengan mereka yang membayar, gamer yang free to play tentu akan dihadapkan pada keterbatasan konten dan fitur. Namun demikian, Bioware akan memberikan sedikit “keringanan” dengan memberikan opsi untuk membuka beberapa batasan-batasan tersebut dengan menggunakan mata uang koin khusus in-game: Cartel Coins.

 Source : JagatPlay

Rockstar : one cheater is on the crosshair right now!

 

Salah satu konsekuensi menghadirkan mekanisme gameplay online di dalam sebuah game adalah kemunculan para hacker dan cheater. Kehadiran kedua “kelompok” ini tentu saja merusak keseluruhan pengalaman online yang seharusnya didasarkan pada permainan yang adil agar dapat dinikmati. Blizzard ternyata tidak menjadi satu-satunya developer yang harus berurusan dengan masalah pelik ini di Diablo 3. Rockstar yang tampil memukau lewat Max Payne 3 ternyata juga harus menghadapi masalah yang tidak jauh berbeda. Genderang perang pun ditabuh!
Berkat laporan beberapa gamer yang mengalaminya secara langsung di lapangan, Rockstar sadar bahwa jumlah gamer yang menggunakan mod dan hack di mode multiplayer Max Payne 3 memiliki kecenderungan meningkat. Untuk mencegah hal ini berkembang lebih jauh dan destruktif, Rockstar mengambil sebuah kebijakan yang tegas. Gamer yang tertangkap sebagai cheater untuk pertama kalinya akan dijebloskan ke dalam mode “Cheater Pool”, dimana mereka hanya akan bertanding dengan para cheater lain. Mereka yang masuk ke dalam cheater pool dapat kembali ke mode normal dengan melepas semua mod dan hack dan tampil “bersih”. Namun jika Anda berani mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, Rockstar tidak segan-segan akan langsung memblokir akun Max Payne 3 Anda secara permanen.
Rockstar, one cheater is on the crosshair right now.. Should i send him "the bullet of permanent ban"?
Langkah tegas ini tentu saja dibutuhkan untuk memastikan para gamer yang bermain secara jujur dapat memainkan multiplayer Max Payne 3 secara maksimal. Rockstar sendiri juga menuntut agar para gamer berperan aktif dengan melaporkan setiap akun yang diduga menerapkan cara-cara curang ini. Saya pribadi selalu bingung dengan tingkah laku gamer online yang sangat bergantung pada cheat. Bukankah mode multiplayer online itu didesain untuk menghadirkan sensasi kompetisi yang memacu adrenalin? Bukankah tujuan ini secara otomatis akan teranulir jika gamer, misalnya, menggunakan cheat yang membuat ia tidak dapat dibunuh oleh gamer lain? Lantas, dimana letak kesenangan memainkan sebuah mode multiplayer? Absurd.

Source : JagatPlay

Fans Adalah Alasan Sensualitas Dead or Alive 5! you must watch this :v

 

Apa yang paling penting dari sebuah game fighting? Hadir dalam dunia dua ataupun tiga dimesi, sebagian besar dari kita mungkin akan langsung merujuk pada balancing yang tepat. Ini memang harus diakui menjadi aspek terpenting, namun tidak lantas menjadi satu-satunya faktor yang menentukan kualitas sebuah game fighting. Visualisasi yang menarik dan memanjakan mata juga seringkali berpengaruh. Bagi gamer pria, desain karakter wanita yang cantik dan sensual seolah menjadi pemenuh kebutuhan tersebut. Sesuatu yang memang berusaha dicapai oleh franchise game fighting dari Team Ninja – Dead or Alive.
Komitmen Team Ninja untuk menghadirkan visualisasi karakter wanita terbaik yang bisa mereka hadirkan di Dead or Alive memang tidak perlu diragukan lagi. Untuk seri kelimanya yang baru saja dirilis, mereka bahkan menjadikannya sebagai salah satu fitur utama. Hal ini ditunjukkan dari penggunaan engine baru untuk membentuk gerakan dada yang lebih realistis, tergantung pada kostum yang dikenakan. Apakah fan service ini menyenangkan hati semua gamer? Sayangnya tidak. Banyak gamer di luar Jepang yang justru ingin Team Ninja menurunkan “kadar” sensualitas dari DOA 5 itu sendiri. Sesuatu yang tidak dipenuhi oleh sang direktur Team Ninja – Yohei Shimbori.
Desain karakter Dead or Alive 5 diciptakan lebih sensual dibandingkan seri-seri sebelumnya. Team Ninja menyatakan bahwa sebagian besar fans yang menjajal versi alphanya menginginkan ukuran dada yang lebih besar untuk setiap karakter wanita yang ada. YOU DON’T SAY….
Dead or Alive 5 bahkan datang dengan sensualitas yang lebih intens dibandingkan dengan seri DOA sebelumnya. Apakah ini berarti Shimbori mengacuhkan pendapat gamer? Tentu saja tidak. Shimbori menyatakan bahwa feedback yang masuk ke tim pengembang Team Ninja justru meminta sesuatu yang berkebalikan. Dari alpha test yang disertakan bersama Ninja Gaiden 3, sebagian besar gamer justru meminta Team Ninja untuk menciptakan desain karakter wanita dengan dada yang lebih besar. Seusatu yang akhirnya terpenuhi di versi akhir Dead or Alive 5. Namun, Shimbori juga meyakinkan bahwa gameplay selalu menjadi aspek paling penting dari Dead or Alive dan visualisasi menjadi elemen pelapis untuk membuatnya lebih dapat dinikmati.
Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda termasuk gamer yang senang dengan desain karakter DOA plus dada yang lebih besar, atau justru menentangnya? For me, bigger is always better!

Source : JagatPlay

Square Enix: Progress Final Fantasy XV Sudah Capai 55 Persen

Final-Fantasy-XV_2014_09-17-14_003 

Final Fantasy XIII Versus, satu nama yang cukup untuk membuat banyak gamer Playstation 3 di periode 5 tahun lalu untuk melamun, membayangkan seperti apa mencicipi sebuah seri Final Fantasy bersetting modern dengan gaya gameplay action yang lebih kentara. Dipadukan dengan semesta yang ditawarkan XIII dengan tokoh heroine ikoniknya – Lightning, Versus XIII menjadi sebuah proyek impian yang ingin dicicipi oleh semua penggemar Final Fantasy. Namun sayangnya, 8 tahun kemudian setelah ia diperkenalkan, game ini masih belum menunjukkan batang hidungnya sama sekali, bahkan setelah ia berganti nama menjadi Final Fantasy XV. Namun harapan untuk melihat seri ini dirilis kini jauh lebih optimis berkat beberapa perubahan yang dilakukan Square Enix.
Puncaknya tentu ada di ajang Tokyo Game Show 2014 kemarin. Setelah sempat mengumumkan tidak akan mengumumkan hal baru apapun terkait Final Fantasy XV, Square Enix ternyata hadir dengan beragam konten baru terkait seri ini. Sebuah trailer teranyar dengan konten yang sama sekali baru, sekaligus demo in-game engine untuk memberikan sedikit gambaran terkait visual seperti apa yang akan ditawarkan di dalamnya. Namun bagian terbaiknya? Tentu saja kepastian rilis demo yang direncanakan tahun 2015 mendatang, bersamaan dengan rilis Final Fantasy Type-0 HD Remaster. Pertanyaannya kini, sebenarnya sudah berapa jauh proses pengembangan game ini?
Pertanyaan yang akhirnya dijawab oleh Hajime Tabata – director Final Fantasy XV baru yang menggantikan posisi Tetsuya Nomura yang kini ditugaskan untuk menangani Kingdom Hearts 3. Dalam wawancaranya dengan situs gaming – Kotaku, Tabata mengungkapkan bahwa Final Fantasy XV sudah rampung hampir 55 persen. 8 tahun pengembangan untuk 55 persen progress? Tenang dulu, ada yang unik dengan angka ini. Angka 55 persen ini diambil dari periode pengembangan 2 tahun setelah Tabata bergabung dan bertanggung jawab terhadap FF XV ini, bukan dari 6 tahun sebelum ia bergabung. Hanya dalam waktu 2 tahun, progress inilah yang berusaha dicapai oleh Tabata sendiri. Petinggi Square Enix yang satu ini memang bukan orang baru di seri Final Fantasy, mengingat ia juga mengepalai game-game Final Fantasy di luar seri utama – seperti FF VII Crisis Core, Type-0, dan juga Agito.
Tabata menyebut bahwa progress pengembangan FF XV kini sudah menyentuh angka 55 persen. Angka ini diambil tidak diambil dari 8 tahun seri ini eksis, tetapi 2 tahun sejak ia mulai mengambil proyek in dari Tetsuya Nomura.
Tabata menyebut bahwa progress pengembangan FF XV kini sudah menyentuh angka 55 persen. Angka ini diambil tidak diambil dari 8 tahun seri ini eksis, tetapi 2 tahun sejak ia mulai mengambil proyek ini dari Tetsuya Nomura.
Tabata menyebut bahwa Final Fantasy XV yang tengah ia kembangkan sekarang tidaklah sama dengan Final Fantasy Versus XIII yang sempat diperkenalkan 8 tahun yang lalu. Tidak hanya karena kedua proyek ini dikepalai oleh orang yang berbeda, tetapi juga karena perpindahan platform rilis yang memungkinkan mereka untuk membangun ulang apa yang menurut mereka dibutuhkan. Tabata tentu saja akan mempertahankan beberapa elemen yang sudah dibangun oleh Nomura di masa lalu dan menjaga signifikansinya, seperti sosok si karakter utama – Noctis, misalnya. Di kesempatan yang sama, ia juga menyebut bahwa esensi gameplay Final Fantasy XV akan berfokus pada dunia open-world, dimana gamer dengan kendaraan yang sempat diperkenalkan di ajang TGS 2014, bebas berpetualang kemanapun mereka inginkan. Ia juga menjanjikan mekanisme pertempuran yang tidak hanya sinematik, tetapi juga nyaman.
Satu hal yang cukup menarik, Tabata juga menegaskan bahwa misinya saat ini bukanlah sekedar untuk memastikan Final Fantasy XV “keluar kandang” dan menjadi sebuah produk yang bisa dijual oleh Square Enix, tetapi menjadi sebuah game yang mampu mendefinisikan sebuah generasi. Ia menyebut bahwa di masa lalu, Final Fantasy selalu menjadi benchmark yang fantastis untuk pasar konsol, apa yang bisa dicapai dengan performa hardware yang ada. Sesuatu yang ingin mereka capai saat ini. Tabata menyatakan bahwa jika mereka tidak berhasil membuat sesuatu yang mampu membuat gamer terkesima, maka semua proses ini menjadi tidak bermakna. Jika mereka juga tidak berusaha untuk menantang diri mereka sendiri selama proses tersebut, maka proses ini tidak kalah sia-sia. Jika sukses dan mendapatkan kepercayaan lebih dari Square Enix, Tabata juga mengungkapkan ketertarikannya untuk mengembangkan Final Fantasy Type-1.
Tidak sekedar ingin memastikan produk ini bisa keluar dari Square Enix secepat mungkin, Tabata berambisi untuk menjadikannya sebagai seri yang mengembalikan kejayaan Final Fantasy. Sebuah seri yang cukup untuk mendefinisikan generasi konsol itu sendiri.
Tidak sekedar ingin memastikan produk ini bisa keluar dari Square Enix secepat mungkin, Tabata berambisi untuk menjadikannya sebagai seri yang mengembalikan kejayaan Final Fantasy. Sebuah seri yang cukup untuk mendefinisikan generasi konsol itu sendiri.
Sayangnya, ia sendiri masih belum memberikan kepastian kapan Final Fantasy XV ini akan dirilis. 55 persen dan demo tahun depan? Sebagai gamer yang sudah menunggu proyek ini selama 8 tahun, semoga saja Final Fantasy XV bisa meluncur setidaknya tahun 2016 mendatang. Our dreams reside with you, Tabata!

Source : 
JagatPlay

Spesifikasi PC untuk F.E.A.R Online

Tertarik untuk menjajal game F2P ini? 

Minimum Requirements:
Gamer mana yang belum pernah mendengar nama FEAR sebelumnya? Game FPS racikan Monolith Productions ini memang terhitung fenomenal. Tidak hanya karena keberhasilannya memadukan genre FPS dan horror di dalam ruang yang sama, tetapi juga implementasi salah satu sistem AI terbaik di seri pertamanya. Berangkat dari nilai jual yang terhitung unik inilah, F.E.A.R kemudian mulai tumbuh dan akhirnya berakhir menjadi sebuah seri trilogi. Walaupun mimpi buruk yang ditawarkan oleh Alma sudah berakhir di seri ketiga ini, nilai jual F.E.A.R sebagai sebuah franchise ternyata masih jatuh dari kata berakhir. Ia masih punya satu ujung tombak baru – F.E.A.R Online!
Mengusung kata “Online” di belakangnya, seri F.E.A.R yang satu ini memang menawarkan daya tarik yang berbeda. Dikembangkan oleh studio developer dari Korea – InPlay Interactive, F.E.A.R disulap menjadi sebuah game multiplayer – kompetitif dan kooperatif, yang diklaim tetap mempertahankan cita rasa horror ala seri F.E.A.R utama. Mode kooperatif berlaku tak ubahnya Left 4 Dead, dimana Anda dan tiga rekan Anda harus menginvestigasi sebuah area yang berada di dalam pengaruh Alma Wade. Sementara mode PvP kompetitif juga ditawarkan, dimana Anda tidak hanya bisa bertarung dengan player lain atau sekedar monster-monster mematikan. Soul King mode dari F.E.A.R 3 juga disematkan di sini.
Seperti yang bisa diprediksi, F.E.A.R Online akan didistribusikan sebagai sebuah game free to play lewat portal distribusi digital milik Valve – Steam. Sayangnya, belum ada detail lebih lanjut konten microtransaction seperti apa yang akan ditawarkan game ini. Tertarik? Pastikan terlebih dahulu PC Anda mampu menanganinya:
  • OS: Windows XP SP2 
  • Processor: Pentium IV 3.2GHz
  • Memory: 1 GB RAM
  • Graphics: GeForce 6600GT 512MB
  • Hard Drive: 10 GB available space
  • Sound Card: DirectX Sound Support

Recommended Requirements:

  • OS: Windows 7 (32bit/64bit)
  • Processor: Dual Core 2.4 GHz
  • Memory: 2 GB RAM
  • Graphics: GeForce 8600GT 1GB
  • Hard Drive: 10 GB available space
  • Sound Card: DirectX Sound Support
F.E.A.R Online ini sendiri rencananya siap meluncur pada 17 Oktober 2014 mendatang, via Steam. Bagaimana dengan Anda sendiri? Tertarik untuk menjajal game online yang satu ini?


Source : JagatPlay