SELAMAT DATANG DI FLATBOARDS.BLOG

SEMUA HAL TENTANG DUNIA GAME ADA DISINI!!!

30 GAME PALING DINANTIKAN DI TAHUN 2014

Ini Gan 30 Game Paling Dinantikan Di Tahun 2014!!!

Suspendisse eget ante vitae ligula posuere

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Quisque malesuada libero sed odio

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Maecenas in enim vene- natis libero

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Phasellus feugiat conse- ctetur sapien

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Upcoming Game Release: September 2014

upcoming-game-release-septe 

Setelah sempat mengalami masa paceklik game yang cukup membosankan selama beberapa bulan terakhir, industri game akhirnya bersiap untuk menikmati bulan-bulan keemasannya. Fokus mungkin mengarah pada bulan Oktober dan November yang memang mejanjikan segudang franchise raksasa yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Namun sembari menunggu masa peralihan tersebut, bulan September sudah memperlihatkan gairah industri game yang kembali memuncak. Ada segudang game yang pantas dinikmati bulan ini, baik dari konsol generasi terbaru, PC, hingga handheld dari masing-masing produsen. Pastikan Anda tidak melewatkannya!

2 September


The Sims 4

the sims 4
  • Genre: Simulation
  • Platform: PC

Danganronpa 2: Goodbye Despair

danganronpa 2
  • Genre: Action
  • Platform: PS Vita

Velocity 2X

velocity 2x
  • Genre: Action
  • Platform: PS Vita, Playstation 4

Warriors Orochi 3 Ultimate

warrior orochi 3
  • Genre: Action
  • Platform: Playstation 4, Xbox One

5 September 2014


Dead Rising 3

dead rising 3 pc
  • Genre: Action
  • Platform: PC

9 September 2014


Destiny

destiny_playstation_exclusive_content_5
  • Genre: Action, RPG
  • Platform: Playstation 3, Playstation 4, Xbox 360, Xbox One

NHL 15

nhl 15
  • Genre: Sports
  • Platform: Playstation 3, Playstation 4, Xbox 360, Xbox One

13 September 2014


Fable Anniversary

fable anniversary
  • Genre: Action, RPG
  • Platform: PC

16 September 2014


ArcheAge

archeage
  • Genre: MMORPG
  • Platform: PC

Cooking Mama 5: Bon Appetit!

cooking mama 5
  • Genre: Puzzle
  • Platform: Nintendo 3DS

Fairy Spencer F

fairy spencer f
  • Genre: Action, RPG
  • Platform: Playstation 3

Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm Revolution

naruto ultimate ninja storm revolution japan expo trailer (65)
  • Genre: Fighting
  • Platform: Playstation 3, Xbox 360, PC

Theatrhytmn Final Fantasy: Curtain Call

curtain call
  • Genre: Rhythm
  • Platform: Nintendo 3DS

19 September 2014


Wasteland 2

wasteland
  • Genre: RPG

23 September 2014


Defense Grid 2

defense grid 2
  • Genre: Strategy
  • Platform: Playstation 4, Xbox One, PC

Ar nosurge: Ode to an Unborn Star

ar nosurge
  • Genre: RPG
  • Platform: Playstation 3

Arcana Heart 3: LOVE MAX!!!

arcana heart 3
  • Genre: Fighting
  • Platform: PS Vita, Playstation 3

Disney Infinity 2.0: Marvel Super Heroes

disney infinity marvel super heroes
  • Genre: Action
  • Platform: Playstation 3, Playstation 4, Nintendo Wii U, Xbox 360, Xbox One, PC

FIFA 15

fifa 15 cover1

  • Genre: Sports
  • Platform: Playstation 3, Playstation 4, Xbox 360, Xbox One, PS Vita, Nintendo 3DS, PC

Gauntlet

gauntlet
  • Genre: RPG
  • Platform: PC

Natural Doctrine

natural doctrine
  • Genre: RPG
  • Platform: Playstation 3, Playstation 4, PS Vita

25 September 2014


The Vanishing of Ethan Carter

the vanishing of ethan carter
  • Genre: Adventure
  • Platform: PC

26 September 2014


Hyrule Warriors

zelda hyrule warriors1
  • Genre: Action
  • Platform: Nintendo Wii U

28 September 2014


Forza Horizon 2

forza horizon 2
  • Genre: Racing
  • Platform: Xbox One

Middle-earth: Shadow of Mordor

Shadow of Mordor new gameplay (35)
  • Genre: Action
  • Platform: Playstation 3, Playstation 4, Xbox 360, Xbox One

30 September 2014


Persona 4 Arena Ultimax

persona 4 ultimax
  • Genre: Fighting
  • Platform: Playstation 3, Xbox 360

Senran Kagura: Shinovi Versus

shinovi versus
  • Genre: Action
  • Platform: PS Vita

Sherlock Holmes: Crimes & Punishments

sherlock
  • Genre: Puzzle
  • Platform: Playstation 3, Playstation 4, Xbox 360, Xbox One, PC
Semua tanggal rilis di atas didasarkan pada versi bahasa Inggris untuk setiap game dan tanggal pemasarannya di dunia Barat. Beberapa game yang masih tertutp untuk region Jepang juga disertakan di dalamnya. Tidak tertutup kemungkinan tanggal perilisan ini akan berubah sesuai dengan keinginan developer. Tanggal yang berbeda juga mungkin terjadi pada saat perilisannya di Indonesia, resmi maupun tidak resmi.

Source :  JagatPlay

10 Karakter Video Game Paling Menakutkan Sepanjang Masa

 

Walaupun tidak begitu familiar di tanah air, namun bulan Oktober memang identik sebagai bulan terbaik untuk merayakan “ketakutan”. Dengan festival Halloween yang diselenggarakan setiap akhir bulan Oktober di Amerika Serikat , ini menjadi momen yang paling tepat untuk berbagi cerita menyeramkan, menyelenggarakan pesta kostum super-keren, dan tentu saja memainkan game-game yang akan membuat kening Anda mengerut dan jiwa Anda berlari meninggalkan tubuh. Setelah sempat membahas game-game paling menyeramkan yang pernah diciptakan di industri game beberapa waktu yang lalu, kita akan mendedikasikan bulan Oktober ini untuk membahas karakter-karakter dengan desain yang paling menyeramkan di video game sepanjang masa. Karakter-karakter yang akan membuat jantung Anda berdegup kencang ketika bertemu dengan mereka, setiap saat, setiap waktu, baik dengan kemampuan untuk melawan balik atau hanya sekedar berlari.
Jadi siapa saja 10 karakter video game paling menyeramkan sepanjang masa menurut versi Jagat Play? Berikut adalah list kami:

10. Crawler (Dead Space 2)

Melihat modifikasi bayi yang seharusnya lucu dan polos ke dalam bentuk terkutuk seperti ini memang memunculkan sensasi horror tertentu.
Bagi mereka yang menyenangi film horror, tidak ada yang lebih menyeramkan selain melihat anak-anak, yang selalu dipersepsikan sebagai makhluk paling suci dan polos, tampil dalam kondisi terburuk mereka, menangis dalam bentuk yang didesain dengan begitu “kelam” dan terlihat terkutuk. Karena alasan inilah, varian Necromorph yang pertama kali diperkenalkan di Dead Space 2 – The Crawler masuk ke dalam list ini. Bayi-bayi yang seharusnya tampil imut dan lucu, justru divisualisasikan dalam bentuk yang menyeramkan akibat infeksi Necromorph. Diperkenalkan pertama kali di Dead Space 2, pertemuan pertama Anda dengan The Crawler akan membuat bulu kuduk Anda merinding. Pemandangan yang membuat jantung Anda berpacu kencang.

9. Psycho Mantis (Metal Gear Solid)

Gamer mana yang tidak takut dengan karakter fiksi dalam video game yang mampu meramalkan game yang sedang Anda mainkan!!
Psyho Mantis? Dari Metal Gear Solid? Apa yang menyeramkan dari sebuah karakter fiksi yang hanya menggunakan masker gas dan terbang, dengan bentuk yang masih manusia? Namun bagi gamer yang sempat menjajal Metal Gear Solid di Playstation, sebagian besar tentu mengerti mengapa Psycho Mantis masuk ke dalamnya, apalagi ketika Anda memainkannya pada saat kecil atau remaja. Mengapa Psycho Mantis? Gamer mana yang tidak akan merinding dan panik ketika musuh Anda tidak dapat dibunuh dengan senjata apapun. Tidak hanya itu saja, ia bisa membaca game apa saja yang baru Anda mainkan, hingga menggerakkan kontroler Dual-Shock Anda. Minimnya pengetahuan di kala itu tentu membuat banyak gamer bertanya-tanya, bagaimana Psycho Mantis melakukannya? Misteri ini tentu saja terasa cukup “menghantui”. How the hell did he do that?!

8.  Little Sister (Bioshock)

Anak perempuan dengan baju manis, mata merah, dan suntik besar di tangan? Walaupun tidak berbahaya, ada rasa takut tersendiri setiap kali bertemu Little Sister di Bioshock.
Kasus yang satu ini mungkin mirip dengan kasus Crawler dari Dead Space 2. Walaupun tidak menjadi musuh yang mengancam nyawa, Little Sister yang ditugaskan untuk mengumpulkan ADAM ini tetap datang dengan desain yang akan membuat jantung Anda berhenti selama sepersekian detik setiap kali bertemu. Divisualisasikan sebagai anak perempuan dengan pakaian yang super manis, Little Sister merepresentasikan horror yang mungkin seringkali Anda temukan di film-film horror Hollywood. Wajah imutnya dipenuhi dengan ekspresi kosong, kelam, tanpa nyawa, dengan suara yang terdistorsi. Bersama dengan Big Daddy, Little Sister paling tidak akan menghuni mimpi buruk Anda, sekali sepanjang hidup.

7. Zombie (Resident Evil 1)

Masih ingat dengan cut-scene yang satu ini?
Resident Evil 2, 3, 4, 5, 6? Tidak ada seri yang paling menyeramkan dari franchise survival-horror Capcom yang satu ini selain Resident Evil original yang pertama. Selain menawarkan mekanisme gameplay yang unik dan mungkin saja membingungkan, Resident Evil berhasil menarik hati gamer lewat tema nya yang begitu unik. Satu yang pasti, horror yang ia tawarkan benar-benar mampu membuat Anda menjerit ketakutan, apalagi ketika Anda diperkenalkan pada para zombie di cut-scene pertama. Mereka mungkin bergerak sangat lambat dan tidak terorganisir, namun Zombie di Resident Evil original menawarkan sensasi ketakutan tersendiri. Mematikan, sulit mati, dan resource terbatas memperkuat pengalaman ini.

6. The Gatherers (Amnesia)

Run!! Run for your life!!
Tidak ada yang pengalaman yang lebih menyeramkan, selain terperangkap tidak berdaya dengan makhluk-makhluk mematikan yang bahkan tidak Anda kenal. Parahnya lagi, mereka tidak memiliki wujud yang bahkan dapat dicerna oleh akal sehat sekalipun. Pengalaman inilah yang mungkin Anda temukan ketika berhadapan empat mata dengan The Gatherers dari Amnesia The Dark Decent. Dikatakan sebagai makhluk kegelapan yang mendiami tubuh para prajurit yang terpilih, rasa sakit dan hancurnya organ dalam membuat The Gatherers menampilkan sebuah bentuk yang aneh. Anda hanya bisa berlari, bersembunyi, dan lebih banyak berlari ketika bertemu dengan makhluk yang satu ini. Jantung siapa yang tidak akan berhenti ketika melihatnya.


5. Slenderman (Slender)


Pakaian necis tidak lantas membuat Urban Legends yang satu ini dapat dianggap remeh..
Urban Legends yang satu ini memang sedang menjadi tren populer selama beberapa bulan terakhir ini. Berbeda dengan makhluk lain yang tampil dalam visualisasi super-menyeramkan, Slenderman justru tampil necis. Dengan jasnya yang rapi, makhluk tanpa wajah yang satu ini memang tidak pernah menyerang Anda secara frontal. Ia lebih berperan sebagai Stalker yang mengikuti Anda kemanapun Anda pergi dan berlari, bahkan bersembunyi sekalipun. Dengan tangan panjang dan tentakelnya yang seringkali tidak terlihat, Slenderman dapat didefinisikan sebagai maut itu sendiri. Berani melihatnya dalam waktu yang lama sama seperti meminta nyawa Anda untuk segera dicabut. Berlari sendirian di hutan ditemani dengan makhluk ini tentu bukanlah liburan ideal yang kita inginkan. Siapkan saja popok dan nyali super besar untuk berhadapan dengannya.

4.   Shibito (Siren)

Atmosfer horror “Asia” yang menyelimuti Siren, terutama dari desain Shibito-nya memang mujarab untuk membuat bulu kuduk Anda merinding terus-menerus..
Hingga saat ini, Siren, game horror eksklusif Playstation tetap mendapatkan pengakuan yang valid sebagai salah satu game paling menyeramkan yang pernah dirilis di industri game. Cita rasa horror “Asia”-nya, Jepang khususnya, divisualisasikan dengan sangat eksplisit. Anda akan bertemu dengan makhluk-makhluk terkutuk yang dinamakan Shibito. Pada dasarnya, layaknya zombie, mereka merupakan mayat yang hidup kembali karena kekuatan supernatural. Namun berbeda dengan zombie, Shibito penuh darah ini masih memiliki kepribadian dan intelegensi masing-masing. Melihat mereka berjalan pelan di kegelapan dengan atmosfer horror Asia yang kental cukup untuk mengerutkan semua keberanian Anda secara otomatis.

3. Alma Wade (F.E.A.R)

Want to play with me?
Little Sister di posisi ke delapan memang sudah memvisualisasikan anak perempuan yang seharusnya imut dan polos ke level horror yang akan membuat bulu kuduk Anda merinding. Namun desainnya bukan apa-apa dibandingkan dengan musuh nomor satu di F.E.A.R – Alma Wade. Tidak hanya tampil dalam bentuk anak kecil, rambut panjang Alma dan wajahnya menyeramkan menjadi modal yang paling mumpuni untuk membuat Anda lari terbirit-birit dan membanting keyboard atau kontroler Anda begitu saja. Bagian terburuknya? Dengan kekuatan supernatural yang ia miliki, Alma dapat muncul dimanapun, kapanpun, untuk sedikit “bermain-main” dengan Anda. Alma akan membuat semua keberanian Anda lenyap begitu saja, meloncat dari jendela kamar.

2. The Witch (Left 4 Dead)

Tangisan dan serangan yang mematikan? The Witch adalah ancaman terbesar yang bisa Anda temukan di Left 4 Dead!
Senjata api, molotov, dan health kit akan membuat gamer merasa berkuasa di game apapun, termasuk survival-horror. Untuk apa Anda takut pada para zombie ketika Anda bisa menghancurkan mereka berkeping-keping? Buat apa menghindari para mutated dengan berbagai kemampuan dan ukuran jika machine gun berkaliber besar dan shotgun dapat Anda tembakkan begitu saja. Namun untuk pertama kalinya di industri game, di Left 4 Dead, metode ini terbukti tidak mujarab untuk menyelesaikan semua masalah. Ketika Anda mendengar tangisan menyayat hati dari sudut ruangan gelap dan melihat sesosok wanita meratap di sana, maka cara terbaik hanyalah lari dan menghindar. The Witchmenawarkan atmosfer intens selama petualangan, sekaligus horror yang tak terbantahkan. You startled the Witch, You pretty much dead!

1. Pyramid Head (Silent Hill)

Tidak perlu bertemu langsung dengannya, mendengar bunyi seretan pedang sang Pyramid Head saja sudah cukup untuk membuat Anda panik.
Menjadi karakter yang paling menyeramkan di industri game, ia tentu harus menawarkan kelengkapan elemen yang membuatnya ditakuti oleh para gamer. Atmosfer inilah yang akan otomatis Anda dapatkan ketika bertemu untuk pertama kalinya, dengan Pyramid Head di Silent Hill. Desain yang solid dan menyeramkan, brutal, sulit untuk ditaklukkan, pedang besar yang mampu membunuh Anda dengan mudah, serta kemunculan tiba-tiba membuat Pyramid Head begitu mengancam. Bahkan bunyi seretan pedangnya di lantai cukup untuk membuat Anda panik dan berlari mencari jalur kabur terbaik. Pyramid Head adalah kesatuan paket yang akan mengerutkan semua mimpi dan harapan Anda tentang hidup yang penuh keberanian. Dia adalah bukti yang akan memperlihatkan sisi pengecut sebagian besar dari kita!
Di atas merupakan 10 karakter video game paling menakutkan versi Jagat Play. List ini tentu saja dipilih berdasarkan pengalaman subjektif yang dirasakan. Bagaimana dengan versi Anda sendiri? Karakter paling menakutkan apa yang pernah Anda temukan di video game? Jangan ragu untuk berkomentar.

Source : JagatPlay


Ong Bak Diadaptasikan Menjadi Video Game

 

Sebagian besar penggemar film action tentu tidak asing lagi dengan nama Ong Bak. Film action Thailand yang penuh dengan gerakan seni bela diri Muay Thai yang nan indah ini memang berhasil merebut hati para penikmat film. Sisi aksi yang cepat tanpa efek komputer yang kini seolah menjadi “efek wajib” menjadi kekuatan utama yang membuat Ong Bak dicintai. Popularitas film ini ternyata tidak hanya mengakar di hati para penikmat film di Asia, tetapi juga di luar region ini. Setelah penantian yang cukup lama, Ong Bak akhirnya diadaptasikan menjadi sebuah video game!
Jangan bayangkan bahwa Ong Bak versi video game ini akan mirip dengan Ong Bak yang Anda nikmati sebagai film. Sisi cerita berbeda membuat game yang berjudul Ong Bak: Tri ini  menghadirkan ragam tokoh antagonis di luar manusia. Anda juga akan berpetualang melawan makhluk-makhluk aneh seperti Zombie dan tumbuhan pemakan manusia, namun tetap dengan seni bela diri yang kembali menjadi nilai jual utama. Ong Bak: Tri ini sendiri dipresentasikan sebagai sebuah game side-scrolling 2.5D, dengan engine Unity sebagai pondasi. Ciri fisik karakter Ong Bak ini sendiri masih mengikuti ciri-ciri sang aktor utama film – Tony Jaa. Bahkan sang sutradara – Thossaporn Poonnart dan koreografer gerak – Panna Rittikrai juga dikabarkan terlibat dalam proses adaptasi ini.








Ong Bak: Tri ini sendiri dikembangkan oleh studio developer – HIVE dan akan dirilis oleh perusahaan publisher dari Jerman – Immanitas Entertainment. Ong Bak: Tri akan dirilis pada musim dingin tahun ini untuk PC, konsol, dan smartphone. Harapan kami? Semoga saja popularitas yang berhasil diraih oleh film Indonesia – The Raid: Redemption juga memungkinkan jalur adaptasi seperti yang terjadi pada Ong Bak ini. 

Iran Inginkan Game Penghancur Israel!!!

 

Sudah bukan rahasia lagi jika sebagian besar game perang yang lahir di industri game memang dihasilkan oleh developer barat, khususnya Amerika Serikat. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sudut pandang yang diambil selalu berasal kepentingan negara adikuasa ini. Beberapa franchise besar di dunia FPS menjadi bukti yang paling nyata. Game yang mengambil dari sudut pandang negara yang lain? Bisa dihitung dengan jari. Salah satunya dicetuskan oleh developer lokal Vietnam lewat game perdana global mereka. Perlahan namn pasti, negara lain juga mengungkapkan ketertarikan yang sama. Salah satunya adalah Iran!
Anda yang pernah memainkan Battlefield 3 tentu ingat bagaimana ibukota Iran, Tehran tampak hancur berantakan karena serangan Amerika Serikat di game tersebut. Sebagian besar gamer tentu merasa scene ini sebagai salah satu adegan yang paling epik, tapi bagi pemerintah Iran, ini adalah sebuah penghinaan besar. Iran langsung bereaksi keras dan melarang penjualan Battlefield 3 di negara Islam tersebut. Tidak hanya itu saja, bekerja sama dengan National Foundation of Computer Games, Iran akan melakukan “serangan balasan” dengan merilis sebuah game yang tak kalah kontroversial. Mereka berencana untuk membuat sebuah game berjudul Attack on Tel Aviv, yang menceritakan penyerangan Iran terhadap Israel.

Battlefield 3 sekali lagi menjadi kontroversi
Apa tujuan dari game ini? Selain sebagai sebuah jawaban dan reaksi atas “penghinaan dari BF3”, langkah ini juga dimaksudkan untuk menyerang rezim Zionis yang dituding Iran berada di balik kontroversi ini. Belum jelas kapan game ini akan dirlis, namun kabarnya Attack on Tel Aviv akan dikerjakan oleh developer asal Swedia. Sebuah game FPS dari sebuah negara dengan sudut pandang yang ekstrim? Benar-benar layak ditunggu. Setidaknya reaksi seperti ini jauh lebih pantas dan aman dibandingkan mengangkat senjata dan meluncurkan rudal nuklir di dunia nyata.

Source : JagatPlay

Review Sniper Elite 3: Dengan Ekstra Kebebasan!

Sniper Elite 3 (1) 
Ia mungkin belum dikategorikan sebagai sebuah game AAA yang pantas untuk disandangkan dengan game-game action lain yang berhasil meraih basis fans jutaan di seluruh dunia, namun kualitas Sniper Elite dari Rebellion Games, boleh dikatakan, tidak pernah mengecewakan. Selama dua seri terakhir untuk jeda waktu yang cukup lama, game ini berhasil menawarkan sensasi gameplay yang boleh terbilang sesuai dengan nama yang ia usung, membawa Anda pada peran sebagai seorang penembak jitu yang bertempur di era perang dunia kedua. Kesuksesan dan cita rasa unik dua seri pertamanya akhirnya membawa Sniper Elite menuju sang seri ketiga. Sebuah seri yang akhirnya dirilis beberapa minggu yang lalu.
Antisipasi terhadap seri teranyar ini memang terhitung cukup besar karena beberapa fitur baru yang diklaim Rebellon akan diterapkan di Sniper Elite 3. Tidak hanya sekedar efek kill cam yang tetap dipertahankan, tetapi juga membawanya ke salah satu scene perang dunia kedua yang jarang sekali mendapatkan perhatian – Afrika Utara. Mekanik dasarnya sendiri tetap dipertahankan, namun dengan ekstra beberapa mekanik baru yang diharapkan menawarkan sensasi perang yang lebih kompleks dan besar. Sebuah klaim yang terlihat cukup menarik di beberapa screenshot dan trailer awal yang dirilis selama beberapa bulan terakhir ini. Kesempatan untuk mencicipi game ini secara langsung akhirnya tiba.
Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Sniper Elite 3 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game acton shooter dengan ekstra kebebasan?

Plot

Sniper Elite 3 akan membawa Anda kembali ke perang dunia kedua, namun di terrain yang jarang dieksplorasi industri game sebelumnya - Afrika Utara.
Sniper Elite 3 akan membawa Anda kembali ke perang dunia kedua, namun di terrain yang jarang dieksplorasi industri game sebelumnya – Afrika Utara.
Mengikuti timeline di dua seri sebelumnya, Anda tetap akan kembali berperan sebagai penembak jitu andalan pasukan sekutu – Karl Fairburne yang kini tetap terlibat usaha untuk menghentikan sepak terjang Nazi yang kian menyeramkan. Namun kali ini perjalanan membawanya jauh dari daratan Eropa menuju Afrika Utara. Sebuah misi besar menjadi tanggung jawab, sekaligus menentukan performa pasukan Sekutu di wilayah tanpa belas kasihan tersebut.
Salah satu unit pasukan ternama Jerman –Afrika Korps berhasil membangun kekuatan yang luar biasa di Afrika Utara, apalagi dengan tank Tiger yang menjadi salah satu senjat autmaa mereka. Cukup untuk membuat pasukan Sekutu yang berjuang di sana mulai rontok satu-persatu karena kekurangan tidak hanya pasukan, tetapi juga persenjataan.
Nasib pasukan sekutu di Afrika Utara berada di tangan Karl Fairburne, karakter utama yang juga membintangi dua serI Sniper Elite sebelumnya.
Nasib pasukan sekutu di Afrika Utara berada di tangan Karl Fairburne, karakter utama yang juga membintangi dua serI Sniper Elite sebelumnya.

Tidak hanya menang jumlah personil dan senjata, Jerman juga kabarnya tengah mengembangkan senjata super baru di medan perang gersang ini.
Tidak hanya menang jumlah personil dan senjata, Jerman juga kabarnya tengah mengembangkan senjata super baru di medan perang gersang ini.
Berita yang jauh lebih buruk? Ada informasi intelijen yang menyebutkan bahwa Jerman menjadikan wilayah tersebut sebagai ruang pembangunan dan uji coba sebuah senjata super baru yang cukup untuk membawa bendera kemenangan pulang ke Jerman. Tanggung jawab dan beban yang dipikul oleh Fairburne kini jauh lebih besar dan berat.
Medan pertempuran seperti apa yang harus dijalani oleh Fairburne? Senjata seperti apa yang tengah dipersiapkan Jerman? Semua hal ini bisa Anda jawab dengan memainkan Sniper Elite 3 ini.
Medan pertempuran seperti apa yang harus dijalani oleh Fairburne? Senjata seperti apa yang tengah dipersiapkan Jerman? Semua hal ini bisa Anda jawab dengan memainkan Sniper Elite 3 ini.
Lantas, senjata super apa yang sebenarnya tengah dipersiapkan oleh Jerman di Afrika Utara ini? Medan dan pertahanan seperti apa yang harus ditaklukkan oleh Fairburne? Semua pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan memainkan Sniper Elite 3 ini.

Kini dengan Ekstra Kebebasan!

Jika ada satu hal yang pantas untuk diacungi jempol dari Sniper Elite 3, adalah kualitas visual dan desain yang meningkat cukup signifikan dibandingkan seri sebelumnya.
Jika ada satu hal yang pantas untuk diacungi jempol dari Sniper Elite 3, adalah kualitas visual dan desain yang meningkat cukup signifikan dibandingkan seri sebelumnya.
Jika ada satu hal yang harus diacungi jempol dari Sniper Elite 3, adalah keseriusan yang diperlihatkan Rebellion Games untuk menempatkan proyek teranyar ini sebagai seri game untuk generasi gaming yang baru. Fakta bahwa ia juga dirilis di Playstation 4 dan Xbox One tentu saja membawa tuntutan yang lebih berat di sisi visual, dan Rebellion mengeksekusi hal tersebut dengan cukup baik. Di setting terbaik PC, ia tampil dengan kualitas visual yang pantas untuk diacungi jempol. Kita tidak hanya sekedar membicarakan teksur atau tata cahaya yang ada, tetapi dari keseluruhan desain, termasuk kemampuannya menangkap terrain Afrika yang gersang dan lapang dengan cukup baik. Setidaknya cukup untuk menciptakan identitas uniknya sendiri, berbeda dengan dua seri Sniper Elite di masa lalu.
Sementara di sisi gameplay? Tidak banyak berbeda dengan Sniper Elite 2. Bermain dengan kacamata orang ketiga, Sniper Elite 3 memang lebih berfokus pada pengalaman Anda sebagai seorang penembak jitu dan bertahan kuat dengan atmosfer tersebut. Anda akan dibekali dengan tiga senjata utama sebagai “pintu” untuk menyelesaikan beragam misi yang ditawarkan: senjata laras panjang yang menjadi andalan utama, sebuah pistol sunyi, dan machine gun untuk berperang secara terbuka. Misinya sendiri cukup jelas dan terbagi dalam bentuk yang tentu saja familiar – dari menghancurkan objektif atau membunuh target tertentu. Untuk Anda yang ingin menempuh jalan yang bebas resiko, selalu ada kesempatan untuk melakukan takedown secara melee layaknya sebuah game action kebanyakan.
Seperti sebagian besar game shooter yang kita kenal, misi akan berkisar menyelesaikan objektif tertentu sebelum bisa melangkah lebih jauh.
Seperti sebagian besar game shooter yang kita kenal, misi akan berkisar menyelesaikan objektif tertentu sebelum bisa melangkah lebih jauh.
Apakah ini berarti Sniper Elite 3 hadir tanpa inovasi apapun? Tentu saja tidak. Ia menawarkan sebuah fitur baru yang cukup esensial untuk sensasi gameplay yang lebih kompleks - kebebasan.
Apakah ini berarti Sniper Elite 3 hadir tanpa inovasi apapun? Tentu saja tidak. Ia menawarkan sebuah fitur baru yang cukup esensial untuk sensasi gameplay yang lebih kompleks – kebebasan.
Apakah ini berarti Sniper Elite 3 hanyalah sebuah game Sniper Elite 2 dengan bungkusan berbeda? Untungnya, tidak. Jika ada satu hal yang membedakan keduanya, adalah fakta bahwa Sniper Elite 3 hadir dengan lingkungan pertempuran yang lebih luas dan terbuka. Apa maksudnya? Anda yang sempat mencicipi Sniper Elite 2 tentu saja menyadari, bahwa perlahan namun pasti, game ini adalah sebuah corridor shooter, dimana Anda hanya bisa bergerak di area yang bersifat lurus sembari menetralisir semua ancaman yang Anda temukan. Sementara di Sniper Elite 3, pertempuran berjalan di area luas, yang memungkinkan Anda untuk menentukan sendiri apa yang ingin Anda lakukan untuk mencapai si misi utama. Dan dari kebebasan ini, mengalirlah konsekuensi.
Ada begitu banyak cara untuk menyelesaikan misi Anda dalam skema dunia yang terbuka seperti ini, dan Sniper Elite 3 memfasilitasi hal tersebut dengan cukup baik, walaupun pada akhirnya lebih berfokus pada pendekatan stealth yang minim resiko. Dengan tiga buah senjata utama yang diusung, Anda bisa memilih untuk bermain dengan hanya mengandalkan takedown atau mungkin menjadikan sniper Anda tak ubahnya palu godam milik Thor yang siap menghancurkan lawan dengan bunyi menggelegar. Konsekuensi terburuk dari skenario kedua adalah posisi dan eksistensi Anda diketahui oleh musuh, yang membuat Anda menjadi target mudah. Sebagian besar dari mereka akan langsung mengejar Anda dan melemparkan peluru secara akurat. Ingat, Fairburne bukanlah Rambo, dan beberapa peluru dari musuh akan dengan mudah menundukkannya.
Dihadapkan pada satu area besar yang terbuka, Anda bebas memilih metode yang Anda inginkan untuk menyelesaikan objektif yang ada.
Dihadapkan pada satu area besar yang terbuka, Anda bebas memilih metode yang Anda inginkan untuk menyelesaikan objektif yang ada.
Tentu saja dengan konsekuensinya sendiri-sendiri. Satu yang pasti, Anda tetap tidak akan bisa memperlakukannya layaknya sebuah game Call of Duty.
Tentu saja dengan konsekuensinya sendiri-sendiri. Satu yang pasti, Anda tetap tidak akan bisa memperlakukannya layaknya sebuah game Call of Duty.
Berangkat dari hal inilah, Anda disuguhkan dengan fakta bahwa lingkungan juga bisa dimanfaatkan secara optimal untuk memastikan peran Anda sebagai penembak jitu lebih bisa diandalkan. Di beberapa area misalnya, Anda bisa menghancurkan mesin generator untuk membuat suara bising yang bisa mengkamuflasekan suara sniper yang Anda hasilkan, sehingga membuat Anda tetap tidak ketahuan. Alternatif lain adalah dengan bersembunyi di antara rerumputan tinggi untuk memperkecil jarak pandang musuh dan membuat Anda lebih mudah bergerak. Anda juga akan dibekali dengan beragam item untuk membantu perjalanan Anda, dari sekedar batu untuk mengalihkan perhatian, hingga ranjau untuk melindungi Anda dari serangan belakang. Apa yang terjadi jika posisi Anda diketahui oleh musuh? Tenang saja, ini bukan akhir dunia. Yang perlu Anda lakukan hanyalah berlari dari posisi awal hingga mode prajurit musuh berubah dari agresif, sekedar mencari, hingga kembali lagi di posisi semula. Anda bisa menjadikan siklus ini sebagai rutinitas membunuh semua musuh di area, jika memang tidak terlalu tertarik bermain secara stealth.
Anda bisa menggunakan lingkungan untuk mendapatkan keuntungan tersendiri dalam pertempuran.
Anda bisa menggunakan lingkungan untuk mendapatkan keuntungan tersendiri dalam pertempuran.
Mungkin menyulitkan Anda ketika bertempur terbuka, AI yang ada tidak cukup untuk menawarkan tantangan ketika bermain secara stealth.
Mungkin menyulitkan Anda ketika bertempur terbuka, AI yang ada tidak cukup untuk menawarkan tantangan ketika bermain secara stealth. Ci luk ba!
Namun sayangnya, Sniper Elite 3 sendiri tidak menyuntikkan AI yang pantas untuk ditakuti. Memang ia akan membuat Anda kewalahan jika Anda bersikeras untuk bertahan di satu tempat ketika ketahuan dan mulai beraksi seperti di Call of Duty. Aksi seperti ini akan membawa Anda pada kematian yang sering. Namun jika Anda mulai memosisikan game ini sebagai sebuah game Sniper Elite, AI yang ditawarkan akan terlihat seperti lelucon. Tantangan untuk bermain secara stealth hanya akan bergantung pada seberapa sabar diri Anda, dan tidak karena faktor gamenya sendiri. Ada banyak indikator yang memperlihatkan seberapa tersembunyi Anda dan sangat bisa diandalkan. Ada kalanya musuh-musuh ini bahkan tidak menyadari kehadiran Anda ketika Anda berdiam di depan mereka untuk beberapa detik. Ditambah dengan pistol sunyi yang bisa Anda eksekusi? Hanya butuh kesabaran.
Varian item yang bisa Anda gunakan.
Varian item yang bisa Anda gunakan.
Modifikasi loadout juga disertakan!
Modifikasi loadout juga disertakan!
Sniper Elite 3 juga menghadirkan kesempatan untuk melakukan modifikasi loadout yang Anda bawa dalam pertempuran sekaligus part senjata yang bisa Anda gunakan, dengan konsekuensi efek yang juga berbeda. Sistem experience points ditawarkan yang berujung pada sistem level. Untuk setiap kenaikan level yang berhasil Anda capai, Anda akan bisa membuka akses terhadap alternatif senjata tertentu.

And then, It’s All About Testicles Shot!

Is that a bullet?
Is that a bullet?
Namun pada akhirnya, jika kita membicarakan mengapa Sniper Elite begitu fenomenal di masa lalu, adalah fakta bahwa ia menghasilkan rasa puas yang tiada tara ketika fitur sinematik X-Ray Kill Cam muncul di layar. Berhasil membidik tepat titik vital musuh Anda dan mengeksekusinya dengan senapan laras panjang Anda akan membawa Anda pada perjalanan sinematik, melihat bagaimana satu peluru tersebut bergerak dengan kecepatan suara menembus tubuh musuh yang berada di hadapan Anda. Sensasi bahwa Anda tak ubahnya seorang malaikat kematian yang datang hanya untuk menjemput nyawa pasukan Jerman yang brutal tersebut disempurnakan di Sniper Elite 3 ini, dengan wujud anatomi tubuh manusia yang lebih disempurnakan.
Kepuasan melihat peluru yang Anda lontarkan dalam gerak lambat masih mewarnai Sniper Elite 3 ini.
Kepuasan melihat peluru yang Anda lontarkan dalam gerak lambat masih mewarnai Sniper Elite 3 ini.
Apalagi dengan detail organ yang lebih baik.
Apalagi dengan detail organ yang lebih baik.
Goodbye BALLS!
Goodbye BALLS!
Rebellion menyuntikkan detail organ dalam dan tulang yang lebih baik, dengan efek peluru yang kini diproyeksikan lebih destruktif dan mendetail. Walaupun masih ada kesan ragdoll physics yang kentara ketika hal tersebut berhasil dieksekusi, namun tetap ada kepuasan tersendiri untuk melihat hati, jantung, atau ginjal mereka berantakan karena satu peluru yang Anda luncurkan. Namun bagi Anda yang sudah mencicipi Sniper Elite 2, Anda pasti tahu apa yang Anda kejar di seri ketiga ini. Tenang saja, Anda masih bisa menghancurkan organ reproduksi lawan Anda dan membawa mereka ke cara mati paling mengenaskan yang bisa terpikirkan. Semuanya dilakukan dengan penuh senyuman.
Efek yang sama kini juga muncul ketika Anda menghancurkan kendaraan yang ada.
Efek yang sama kini juga muncul ketika Anda menghancurkan kendaraan yang ada.
Satu hal yang menarik, tidak lagi sekedar manusia, efek kill cam yang sama kini juga diterapkan di kendaraan yang mungkin Anda temui selama bertempur.  Efek sinematik yang memperlihatkan bagaimana peluru Anda menembus mesin mobil atau tangki bensin mereka kini juga ditawarkan, memberikan sensasi bertarung yang cukup unik.
 


Kesimpulan

Sniper Elite 3 (30)
Sniper Elite 3 boleh terbilang memenuhi ekspektasi dari apa yang ingin Anda cicipi dan nikmati dari sebuah game Sniper Elite. Konsep medan pertempuran yang lebih terbuka dan menawarkan kebebasan menentukan metode untuk menyelesaikan misi menjadi perubahan positif yang pantas untuk diacungi jempol.
Cukup memenuhi ekspektasi yang diarahkan padanya, kalimat yang satu ini tampaknya cukup untuk menggambarkan keseluruhan pengalaman yang ditawarkan oleh Sniper Elite 3 ini. Rebellion Games sendiri terhitung berhasil menyempurnakan pengalaman bertempur yang lebih menantang dan kompleks berkat sistem dunia yang kini lebih terbuka. Kebebasan untuk memilih metode untuk  menyelesaikan objektif juga menghasilkan konsekuensi yang pantas. Anda bisa bermain lebih lama secara stealth dan minim resiko, atau menjadikan pertempuran Anda lebih sedikit terbuka, resiko besar, tetapi lebih cepat. Fakta bahwa Anda bisa menggunakan lingkungan untuk mendapatkan keuntungan tersendiri juga menjadi tambahan yang luar biasa. Namun pada akhirnya, seperti di seri-seri sebelumnya, kepuasan menikmati X-Ray Kill Cam-nya lah yang membuat franchise ini mudah untuk dinikmati kembali. Dengan detail anatomi yang lebih baik dan kesempatan untuk kembali melancarkan testicles shot yang destruktif, Sniper Elite 3 memenuhi apa yang ingin Anda rasakan darinya.
Waluapun demikian, ada beberapa masalah yang masih terlihat jelas di game yang satu ini, salah satunya adalah AI yang tidak konsisten. Ia mungkin akan merepotkan Anda ketika Anda mulai bertempur terbuka tanpa ingin berpindah sama sekali, namun tidak akan menawarkan tantangan berarti ketika Anda bermain stealth secara penuh. Kekurangan kedua adalah efek destruktif pada tubuh yang masih belum terasa sempurna, terutama efek ragdoll yang masih sering muncul dan memperlihatkan gerak tubuh mayat yang canggung. Catatan lain ada bug gerakan yang masih sering ditemui, seperti penembak jitu musuh yang terkadang tiba-tiba melayang sedikit di udara ketika berjalan menuruni tangga.
Namun terlepas dari kekurangan tersebut, Sniper Elite 3 boleh terbilang memenuhi ekspektasi dari apa yang ingin Anda cicipi dan nikmati dari sebuah game Sniper Elite. Konsep medan pertempuran yang lebih terbuka dan menawarkan kebebasan menentukan metode untuk menyelesaikan misi menjadi perubahan positif yang pantas untuk diacungi jempol. Di satu sisi, Anda bisa mencicipi sensasi Sniper Elite yang selama ini Anda kenal, namun di sisi yang lain, Anda juga bisa merasakan bahwa franchise ini tumbuh secara gameplay. Sebuah seri yang pantas untuk diacungi jempol.

Kelebihan

Kill cam yang tidak pernah membosankan.
Kill cam yang tidak pernah membosankan.
  • Kualitas visual yang memesona
  • Desain Afrika Utara yang “segar”
  • Skema medan pertempuran yang terbuka
  • Kebebasan menentukan metode
  • Jumlah item yang bisa digunakan
  • Lingkungan yang kini juga memiliki peran tersendiri
  • X Ray Kill Cam yang selalu memunculkan rasa puas

Kekurangan

AI yang tidak terlalu menantang ketika Anda bermain secara stealth.
AI yang tidak terlalu menantang ketika Anda bermain secara stealth.
  • AI yang lemah ketika Anda bermain stealth
  • Efek ragdoll yang terkadang masih terlihat
  • Bug
  • Cerita yang tidak terlalu kuat
Cocok untuk gamer: yang menikmati seri Sniper Elite sebelumnya, menginginkan game yang lebih berfokus pada stealth
Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan sensasi pertempuran third person ala Gears of War, yang tidak suka dengan konsep penembak jitu




Source : JagatPlay